Saatnya Janji Dibuktikan Selasa, 28 Juli 2009 21:58:28 PM Oleh: Agus Suryawinata
Rangkaian Moment pesta demokrasi telah kita lalaui bersama, mulai dari pemilihan partai politik dan calon legislatif, sampai kemerin pada pemilihan presiden. Pemilihan pimpinan yang dilakukan oleh rakyat, tentu saja dilakukan atas dasar berbagi pertimbangan, dan mayoritas rakyat menginginkan yang dipilih adalah yang benar-benar berpihak dan pro terhadap rakyat.
Beberapa calon presiden yang maju pada pemilihan presiden untuk lima tahun kedepan mayoritas kesemuanya bekeinginan dan menjanjikan hal-hal yang terbaik untuk rakyat, hal ini dapat kita lihat juga dari slogan-slogan yang dipakai. Diantara calon juga yang maju adalah Susilo Bambang Yudoyono yang Berpasangan dengan Budiono, yang memekai slogan Lanjutkan. Megawati yang didampingi oleh Prabowo sebagai wakilnya dengan Mega-Pro Rakyat sebagai slogannya. Kemudian jusuf kalla yang berdampingan dengan Wiranto yang berselogan Lebih Cepat Lebih Baik.
Pada masa sebelum pemilihan dilaksanakan berbagai macam janji-janji manis yang disampaikan para calon untuk menarik simpati masyarakat, yang kesemuanya mengatakan akan selalu berbuat dan melakukan yang terbaik untuk kepentinagan rakyat. Masyarakatpun banyak yang bersimpati terhadap niat baik para calon pemimpin kita tersebut, akhirnya masyarakatpun memilih dengan pertimbangan yang matang. Sekarang pemilu telah usai, dan siapapun yang akan duduk sebagai presiden bukanlah menjadi masalah, yang terpenting adalah bagimana pemerintah kedepan lebih mengedepankan kepentingan rakyat dan merealisasikan janji-janji yang pernah disampaikan dahulu ketika berkampanye. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah bukti bukan hanya sekedar janji. Karena sudah terlalu lama masyarakat hanya diobralkan janji-janji tanpa ada bukti. Tidak ada kata LANJUTKAN janji hanya sekedar janji, tapi yang harus dan mesti ada adalah saatnya mewujudkan janji.
Kiata rasa kita sepakat bahwa, sekarang adalah saatnya janji-janji yang dahulu disampaikan calon pemimpin kita ketika berkempenye direlisasikan, kitapun harus bereni menegih janji-jani tersebut. Karena, tentu kita tidak menginginkan pemimpin yang ingkar janji dan hanya omong kosong belaka, kita tentu menginginkan pemimpin yang jujur dengan semua janji-janjinya dan bersegera untuk menepati janji yang dahulu diucapkan atas nama dan untuk kepentingan rakyat.
Terlalu sering sudah kita hanya dijanjikan, terlalu sering juga kita sudah dipermainkan dan termakan oleh janji-janji palsu. Saat inilah rakyat harus berani untuk mengingatkan pemimpin yang telah kita pilih bersama untuk menunaikan apa-apa yang dahulu pernah dijanjikan. Rakyat juga harus cerdas, jangan mau untuk selalau dipermainkan dan dibohongi terus.
Kita tentu prihatin dengan perekonomian masyarakat kita yang banyak masih belum stabil, betapa banyak juga masyarakat kita yang hidup dibawah garis kemiskinan, anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan. Petani-petani yang jauh dari kesejahteraan. Buruh-buruh yang tercekik dan terhimpit. Hal-hal tersebut, semuanya pernah dijanjikan akan diperhatikan dan akan ditangani secara serius oleh pemimpin kita dahulu saat berkampanye. Kita lihat saja apakah pemimpin kita sekarang gombal atau serius dengan janji-janjinya. Dan apakah kita bertanggung jawab atas pemimpin yang telah kita dipilih.