Kompetensi Kepesantrenan Siap Digelar Jumat, 12 Maret 2010 09:49:42 AM Anis Mahdi anism89@yahoo.co.id
Beberapa waktu yang lalu, Kiai Fawaid mengaku tidak akan meninggalkan tradisi lama peninggalan leluhurnya yang masih baik. Umpamanya saja, tradisi wajib shalat jamaah yang berlaku sejak pesantren ini berdiri. Begitu pula dengan tradisi mengaji al-Qur’an dan penguasaan kepada kitab-kitab kuning. Tradisi tersebut, sudah digalakkan oleh Kiai Fawaid. Pembacaan Al-Qur’an dan kitab kuning, termasuk menjadi bahan ujian di madrasah, sekolah, dan kuliah. Bahkan, mahasiswa tidak akan bisa ikut ujian munaqasah, bila mereka tidak lulus membaca kitab Fathul Qorib.
Madrasah Takhilyah Ibrahimy, sebagaimana biasa menjelang ujian munaqosah mengadakan ujian kompetensi kepesantrenan. Ujian yang dikhususkan kepada mahasiswa semester akhir tersebut merupakan ajang penyaringan sejauh mana mereka bisa menguasai kitab kuning dan membaca Al-Quran. Jika mereka dinyatakan tidak lulus, maka konsekwensinya harus mengulang mengikuti ujian munaqosah sampai tahun berikutnya.
Kompetensi kepesantrenan tersebut dibagi dua tahap. Tahap pertama bakal digelar mulai tanggal 14 sampai dengan tanggal 20 Maret 2010. Sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan sejak tanggal 21 hingga 24 Maret mendatang. Mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh segenap mahasiswa yang akan mengikuti ujian tersebut yaitu, yang bersangkutan harus aktif masuk madrasah serta SKS yang telah ditempuh harus sesuai dengan ketentuan fakultas masing-masing.
Sedangkan tim penguji, untuk kitab kuning Ustadz Hasyim Romli, Ustadz Zaini Miftah dan Ustadz Zubairi Thayyib. Demikian juga, Ustadz H. Abd. Aziz Noer dan Ustadz H. Mu’in Lutfi masih dipercaya untuk menjadi tim penguji Al-Quran.