Seorang ustadzah tengah menerangkan tentang surga dan neraka di hadapan murid-muridnya yang tengah duduk di bangku masing. Sang ustadzah pun melemparkan pertanyaan:
Ustadzah:
Siapa di antara yang ingin masuk neraka? Kalau ada tolong berdiri
Murid:
Tidak adaaa, Ustadzah. ( tiba-tiba Halimah berdiri)
Ustadzah:
Kenapa anda berdiri, Halimah? Memang anda mau masuk neraka?
Halimah:
Saya kasihan melihat ustadzah berrdiri sendirian. Jadi saya ingin menemani ustadzah masuk neraka. Boleh kan?!
Minggu, 01 Januari 2006 22:20:14 PM
Antara "mu" dan "kita"
Suatu hari seorang murid berangkat sekolah. Di tengah perjalanan ia melihat seekor sapi milik guru Bahasa Indonesia-nya di tepi jalan. Sesampai di kelas pada saat sang guru asyik menerangkan Bahasa Indonesia, tiba-tiba ia teringat sapi pak gurunya.
Murid:
Pak guru, tadi saya melihat sapi"mu" di pinggir jalan
Guru:
Nak, penggunaan kata "mu" tidak baik. Yang baik adalah "kita". Jadi yang baik adalah sapi kita.
Keesokan harinya si murid bertemu dengan isteri pak guru sedang belanja di pasar. Ia pun melaporkan kepada gurunya
Murid:
Pak guru, tadi saya melihat isteri "kita" sedang belanja di pasar
Guru:
????
Minggu, 01 Januari 2006 22:20:14 PM
Memuliakan Al-Qur'an
Ustadz Harun, guru akhlak, asyik menjelaskan soal akhlak dan tatakrama terhadap kitab suci Al-Qur'an.
Ustadz:
Anak-anak, sebagai wujud menghormati dan memuliakan al-Qur'an, cara membawanya harus dengan tangan kanan di depan dada. Tidak boleh dijinjing atau dengan tangan kiri
Kebetulan saat itu para murid disuruh membawa Al-Qur'an untuk mempraktikkan mata pelajaran akhlak. Dan seperti biasa saat keluar kelas para murid bersalaman pada ustadznya. Karena melaksanakan apa yang dianjurkan sang ustadz, mereka membawa Al-Qur'an masing-masing dengan tangan kanannya yang ditempelkan di dada. Akhirnya mereka bersalaman dengan ustadznya dengan tangan kiri. Sang ustadzpun cemberut tak karuan.
Minggu, 01 Januari 2006 22:20:14 PM
Bahasa Jepang
Takenu, hai!!! Watai amo no wakare tasia watani no ku nisi kama arigato Suzuki yamaha Artinya :
(anda benar-benar bego! Sudah nggak ngerti masih dibaca sampe habis)
Minggu, 01 Januari 2006 22:20:14 PM
Ikan Nabi Yunus
Pada suatu hari Iqbal yang dikenal jago berantem pergi memancing ikan di sebuah kolam dekat rumahnya. Tak lupa beberapa teman sekolahnya juga diajak serta. Iqbal tampaknya terlalu ceroboh saat memancing hingga ia terpeleset dan jatuh ke kolam ikan. Karena menahan rasa malu dan takut diketawain oleh teman-temannya, kontan saja ia menolak saat teman-temannya hendak menolongnya. "Ah, jangan. Tidak usah. Kakiku tadi hanya ketarik oleh ikan yang memakan Nabi Yunus, Kok!"